Muhammad Insan Aprilian

blog salah satu anak SMPN 9 SSN Jakarta

Senam
Senam Kesegaran Jasmani
Senam Kesegaran Jasmani atau sering disingkat dengan SKJ adalah senam masal yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Senam ini biasanya diiringi oleh lagu berirama dari berbagai propinsi yang diaransemen ulang dan biasanya dilakukan oleh sekelompok peserta besar. SKJ biasa dilakukan di tempat-tempat umum di Indonesia di hari-hari tertentu dalam satu minggu, yaitu hari Jumat pagi. Senam ini beserta musik yang mengiringinya menjadi sangat populer di tahun 80-an dan 90-an saat masa pemerintahan Orde Baru.
Daftar Senam Kesegaran Jasmani Indonesia
SKJ '84
• Lagu pengiring diaransemen oleh Nortier Simanungkalit [1
SKJ '88
• Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi sekitar 5 menit.
SKJ '93
• Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi 12 menit 9 detik untuk versi satu seri, berisi Pemanasan, Inti, dimulai dari lagu:
1. Yamko Rambe Yamko (Papua)
2. Jali Jali (Jakarta)
3. Tanduk Majeng (Jawa Timur)
4. Cing Cangkeling (Jawa Barat)
5. Rasa Sayange (Maluku)
6. Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
SKJ '94
• Lagu pengiring sama dengan SKJ 93, hanya diberi hitungan.
SKJ Usia SD '96
Diaransemen oleh FX Sutopo, berisi Pemanasan, Inti, Pendinginan dan Pelemasan) durasi sekitar 10 menit.
Senam Sajojo
• Diiringi dengan lagu Sajojo dari Papua.
Senam Poco - Poco
• Diiringi dengan lagu Poco-Poco dari Sulawesi Utara.
Senam Kubro Siswo
• Diiringi dengan lagu dan gerakan dari hasil penyerapan tarian adat Jawa yaitu tari Kubro Siswo. Musik identik dengan beduk, terompet, dan gamelan.
Senam Ayo Bersatu
Senam Lansia
• Biasanya diikuti oleh peserta yang sudah lanjut usia atau tidak memiliki kemampuan fisik normal dan sehat seperti anak muda.
Taijiquan
Taijiquan (Hanzi tradisional: 太極拳; Hanzi sederhana: 太极拳; Pinyin: tàijíquán; Wade-Giles: t'ai4 chi2 ch'üan2), adalah sebuah bentuk seni beladiri dan senam kesehatan aliran halus dari negeri China. Taichi terbagi menjadi berbagai "gaya" yang pada dasarnya berasal dari satu akar dan konsep dasarnya hampir sama, namun bentuk gerakannya berbeda-beda, sehingga menambah khazanah pengetahuan para pecinta Taichi.
Adapun gaya-gaya Taichi yang terkenal adalah gaya Chen, gaya Yang, gaya Sun dan gaya Wu. Yang paling terkenal adalah gaya Yang, gaya ini telah menjadi standar pengajaran Taichi ke seluruh dunia, yaitu lewat sebuah rangkaian gerak yang disebut "Beijing 24 step" atau Senam Taichi gaya 24 langkah yang telah distandardisasi oleh pemerintah Republik Rakyat China (RRC) sebagai bentuk baku untuk mengajarkan Taichi. [1]
Sejarah
Menurut legenda Taichi diciptakan oleh Zhang Sanfeng (di Indonesia dikenal sebagai Thio Sam Hong) seorang pendeta Tao yang hidup di abad ke-12, dan dari ajaran beliau ini kemudian dikembangkan oleh Chen Wangting di abad ke-15. Dari ajaran Chen Wangting inilah lahir Taichi gaya Chen, gaya yang tertua. Gaya Chen ini kemudian dimodifikasi lagi oleh murid-murid di generasi berikutnya, sehingga lahirlah gaya Yang, didirikan oleh Yang Luchan di abad ke-16, gaya Wu oleh Wu Yuxiang di abad ke-17 dan gaya Sun oleh Sun Lutang di abad ke-19.
Senam Taichi kemudian berkembang menjadi bentuk latihan yang digemari, karena memiliki manfaat kesehatan yang baik dan, dengan latihan yang tekun dan sangat mendalam, bisa digunakan untuk pembelaan diri. Oleh karena itu, pemerintah RRC kemudian menciptakan jurus standar untuk pengajaran senam Taichi ini sebagai bagian dari olahraga Wushu , yang dikenal dengan nama 24 langkah Taiji Beijing pada tahun 1956, dan 42 langkah Taiji kompetisi pada tahun 1989. Kedua set standard ini dianggap lebih mudah untuk diajarkan dan ditampilkan daripada jurus tradisional yang lebih panjang dan sulit.
Taiji di Indonesia
Hingga kini, senam Taichi masih menjadi bagian dari pelajaran di berbagai klub wushu dan kungfu di Indonesia. Atlit Wushu Indonesia, Zaenab, berhasil memperoleh medali perunggu di nomor Taichi yang diadakan pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand.
Selain dikembangkan di klub-klub Wushu, dikembangkan juga senam Taiji di klub-klub khusus Taiji yang tidak menekankan pada kompetisi Wushu, misalnya di klub PORPI (Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia), Klub Taichi Adipranata, dan masih banyak lagi klub-klub lainnya.
Pemandu sorak
Pemandu sorak (Inggris: cheerleading) adalah perpaduan gerakan dinamis senam, tari, akrobatik, dan sorak-sorai untuk memberi semangat tim olahraga yang sedang bertanding, atau sebagai olahraga yang diperlombakan secara kompetisi. Istilah pemandu sorak juga digunakan untuk menamakan orang yang melakukan aksinya (bahasa Inggris: cheerleader).
Sejarah
Tradisi pandu sorak berasal dari Amerika Utara dan menyebar ke seluruh dunia. Tim pemandu sorak digunakan dalam pertandingan sepak bola Amerika dan seringkali bola basket. Tim pemandu sorak sering diundang untuk beraksi dalam pawai atau karnaval, dan kadang-kadang juga dimiliki tim sepak bola, hoki es, bola voli, American football dan bisbol.
Seruan sorak sorai awal
Sorak-sorai menyuarakan "Hooray, hooray, hooray! Tiger siss-boom-ah, Princeton!" populer di kalangan mahasiswa Princeton pada tahun 1850-an hingga awal tahun 1860-an. Suara kembang api roket sedang terbang "siss-boom-ah" diambil dari seruan serupa yang diteriakkan anggota Resimen Ke-7 New York City dari dalam kereta api yang membawa mereka dari depot Princeton ke Washington, beberapa hari sebelum pecah Perang Saudara di Amerika Serikat.[1]
Di tahun 1896, College of New Jersey berganti nama menjadi Universitas Princeton setelah merayakan hari jadi ke-150. Di tahun yang sama, sorakan yang disebut "The Tiger Rocket Cheer" (nantinya dikenal sebagai "The Locomotive") bergema untuk pertama kali, "'Ray 'ray 'ray Tiger, tiger, tiger, Sis, sis, sis, Boom, boom, boom, ah! Princeton! Princeton! Princeton!"[2] Sorakan ini disebut "lokomotif" karena dimulai perlahan-lahan tapi dilanjutkan dengan tempo yang terus meningkat seperti bunyi lokomotif. Di masa belum ada marching band, sorak-sorai merupakan satu-satunya cara memberikan dukungan pada pertandingan American football. Pemain yang ditarik dari lapangan permainan juga disambut dengan sorakan sebagai tanda berterima kasih.
Di tahun 1894, lulusan Princeton bernama Thomas Peebles, mulai memperkenalkan ide mengorganisir sorak-sorai publik di Universitas Minnesota. Tapi ide ini baru dilaksanakan di tahun 1989 oleh mahasiswa Universitas Minnesota bernama Johnny Campbell yang berdiri di depan penonton sebagai pemandu sorak pertama yang mengatur sorak-sorai penonton.
Pemandu sorak sekarang
Walaupun 97% dari pemandu sorak sekarang semuanya perempuan,[3] pemandu sorak sebenarnya berawal dari kegiatan yang seluruhnya dilakukan oleh pria. Perempuan baru mulai berpartisipasi sebagai pemandu sorak di tahun 1920-an, sedangkan di tahun 1940-an mulai menjadi kegiatan yang hampir seluruhnya dilakukan wanita.
Organisasi pemandu sorak di Amerika
Lawrence "Herkie" Herkimer mendirikan National Cheerleaders Association (NCA) di tahun 1948. Kursus pemandu sorak yang pertama kali diadakan NCA di tahun 1949 diikuti 52 peserta.[4]
Di tahun 1960, National Football League (NFL) mulai mengorganisir tim pemandu sorak profesional. Di musim kompetisi 1972-1973, tim pemandu sorak Dallas Cowboys Cheerleaders memulai debutnya dan langsung menarik perhatian karena pakaian yang minim dan gerakan tari yang rumit.
Di tahun 1980-an, gerakan akrobat dan senam yang sulit sekaligus berbahaya mulai sering dilakukan kelompok pemandu sorak di Amerika Serikat. Organisasi cheerleading seperti AACCA (American Association of Cheerleading Coaches and Advisors) mulai menerapkan pedoman keselamatan dan menyediakan kursus cheerleading yang aman bagi pelatih dan sponsor.[5]

Senam
Sejarah Singkat
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis".
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
1. Senam Artistik (Artistic Gymnastics).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).
Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya.Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
Senam lantai
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
Peralatan Senam Artistik
Ukuran alat
1. Bentuk putera ada 6 (enam) alat :
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12x12 m
- Pommel horse (kuda-kuda pelana)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.10 m
- Rings (gelang-gelang)
Tinggi 2.55 m
Jarak 0.50 m
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.35 m
- Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 1.75 m
- Horizontal bar (palang tunggal)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
2. Untuk puteri ada 4 (empat) alat :
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
- Uneven bars (palang bertingkat)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m
Tinggi palang atas 2.30 m
- Balance beam (balok keseimbangan)
Panjang 5.00 m
Tinggi 1.20 m
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12 x 12 m

Peraturan Umum Senam Artistik
1. Kejuaraan beregu (Kompetisi I)
- Setiap regu terdiri dari 6 (enam) pesenam putera/puteri.
- Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putera 6 (enam) alat, puteri 4 (empat) alat.
- Juara beregu (Kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak, dari jumlah 5 (lima) pesenam terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
Nilai maksimum untuk putera adalah : 12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan) 6 nomor
pertandingan x 50 = 300 (pilihan)
Nilai maksimum untuk puteri adalah : 8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan) 4 nomor
pertandingan x 50 = 200 (pilihan)
2. Kejuaraan perorangan serba bisa (Kompetisi II)
- Peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 darijumlah peserta.
- Dibatasi 3 (tiga) pesenam dari tiap negara/daerah
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan serba bisa (Kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada Kompetisi I (wajib & pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat.
Nilai maksimum untuk putera = 120
Nilai maksimum untuk puteri = 80
3. Kejuaraan perorangan per alat (Kompetisi III)
- Peserta finalis diambil dari 8 (delapan) pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut.

- Dibatasi 2 (dua) pesenam dari tiap negara/daerah, dan hanya 3 (tiga) alat yangboleh diikuti oleh seorang pesenam
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilaiterbanyak dari nilai rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada masing-masing alat.
Nilai maksimum untuk putera maupun puteri = 20.
SENAM LANTAI
Jenis-Jenis Gerakan Senam Lantai
1. Guling ke Depan Tungkai Bengkok
Cara melakukan guling ke depan tungkai bengkok sebagai berikut :
a. Sikap permulaan jongkok, pantat agak tinggi, dan kedua lengan lurus ke depan.
b. Luruskan tungkai, badan condong ke depan, tangan menumpu pada matras selebar bahu, tarik dagu ke dada, kemudian tengkuk pada matras
c. Mengguling ke depan mulai dari tengkuk, punggung, dan kaki.
d. Saat punggung mengenai matras, bengkokkan tungkai, tarik paha ke dada, tangan menolak, gerakan mengguling diteruskan hingga berakhir pada sikap jongkok, tangan melekat pada tulang kering dan pandangan lurus ke depan.

2. Guling ke Depan Tungkai Lurus

Cara melakukan guling ke depan tungkai lurus adalah:
a. Sama dengan cara melakukan guling ke depan tungkai ditekuk, tetapi saat punggung mengenai matras tangan menolak, tungkai lurus dan paha dekat dengan dada
b. Kemuaian lemparkan tungkai kedepan diikuti tolakan tangan, tumpuan tangan disamping paha dekat pantat, badan condong kedepan, dagu dekat dada berakhir pada sikap berdiri badan bungkuk.





Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kedepan yaitu :

a. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat)
b. Tumpuan. salah satu atau kedua tangan kurang kuat, sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan akibatnya badan jatuh ke samping.
c. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan.
d. Saat gerakan berguling ke depan kedua tangan tidak ikut menolak.

Cara memberi bantuan guling ke depan:
a. Pegang kepala bagian belakang (membantu menekukkan) pelaku.
b. Membantu mendorong punggung pelaku saat akan duduk.
c. Membantu mengangkat panggul dengan menempatkan tangan di sisi kedua paha.
d. Membantu menekukkan kepala pelaku dan menempatkannya di lantai antara
kedua tangan.

3. Guling ke Belakang (Back roll)

Posisi awal guling ke belakang :
a. Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
b. Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada.
c. Kedua tangan berada disamping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas.

Gerakan selanjutnya adalah:
a. Jatuhkan pantat ke belakang, badan tetap bulat.
b. Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala.
c. Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
d. Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan sejajar bahu, lalu berdiri.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat guling kebelakang :

a. Penempatan tangan terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak
b. Keseimbangan tubuh kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karena sikap tubuh kurang bulat
c. Salah satu tangan yang menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan yang digunakan untuk menumpu diatas matras.
d. Posisi mengguling kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke samping.
e. Keseimbangan tidak terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak
kaki)

Cara memberi bantuan guling kebelakang :
a. Menopang dan mendorong pinggang pelaku kearah guling kebelakang dan membawanya ke arah guling
b. Membantu mengangkat panggul dan membawa kearah guling


4. Kayang

Kayang adalah suatu bentuk atau sikap badan telentang yang membusur bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki dengan lutut.
Gerakan kayang akan mudah dilakukan apabila :
a. memiliki kekuatan otot perut, punggung dan paha.
b. Memiliki kelentukan persendian bahu, ruas-ruas tulang belakang, dan persendian panggul
c. Memiliki kekuatan lengan dan bahu untuk menopang

Sikap kayang dapat dilakukan dari sikap tidur dan berdiri :

a. Kayang dari sikap tidur
Sikap awal :
a) tidur telentang
b) kedua lutut ditekuk, kedua tumit rapat pada pinggul,
c) kedua siku ditekuk dan telapak tangan melekat pada matras/lantai, ibu jari disamping telinga

Gerakan ;
a) Badan diangkat keatas, kedua tangan dan kaki lurus
b) Masukkan kepala diantara 2 tangan

b. Kayang dari sikap berdiri
Sikap awal:
a) berdiri tegak
b) kedua tangan disamping kaki

Gerakan ;
a) Secara bersama-sama/satu tangan diayunkan kebelakang, kepala tengadah dan badan melenting kebelakang

c) tahan dan usahakan kedua telapak tangan menyentuh dan menapak pada matras/lantai

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan kayang yaitu :
a. Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh
b. Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian siku dan bahu
c. Badan kurang melengkung (membusur), disebabkan kurang lemas/lentuknya bagian punggung dan kekakuan pada otot perut
d. Sikap kepala yang terlalu menengadah
e. Kurang keseimbangan

Cara memberi bantuan dalam gerakan kayang :
a. Posisi penolong disamping anak yang melakukan garakan kayang
b. Membantu mengangkat dan agak membawa punggung/bahu pelaku
c. Membantu menopang punggung/bahu pelaku dan membawanya perlahan
kebawah.
5. Sikap Lilin
Sikap lilin adalah sikap yang dibuat dari sikap semula tidur telentang kemudian mengangkat kedua kaki (rapat) lurus ke atas dengan kedua tangan menopang pinggang
Sikap awal :
Tidur telentang dengan lengan di samping badan dan pandangan ke atas, kedua tangan memegang pinggang merapat lantai atau matras.
Gerakan:
Kedua kaki rapat diangkat lurus ke atas, punggung, tungkai, serta jari-jarinya menuju ke atas, sedang yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dan dibantu oleh kedua lengan yang mendorong pinggul bagian belakang. Siku menempel pada lantai atau matras.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan sikap lilin yaitu :
a. Pinggang hanya ditopang dengan ibu jari
b. Kedua kaki condong kebelakang, sehingga berat untuk ditopang dan tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama
c. Kedua kaki condong kedepan
d. Penempatan siku-siku tangan terlalu keluar dari garis lebar badan
e. Tidak/kurang bertumpu pada pundak

Cara memberi bantuan dalam gerakan sikap lilin :
a. Membantu menahan dan adak mengangkatnya.Pegang/tempatkan tangan disisi pinggul pelaku
b. Memegang pergelangan kedua kaki pelaku saat telah meluruskan kedua kaki tersebut keatas.
c. Mengangkat dan menempatkan kedua tangan penopang lebih kearah
punggung


6. Guling Lenting (Neckspring)
Guling lenting adalah suatu gerakan melenting badan ke atas depan yang disebabkan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Tolakan tersebut dimulai dari sikap setengah guling ke belakang atau setengah guling ke depan dengan kedua kaki rapat dan lutut lurus.

Cara melakukan guling lenting :
a. Sikap permulaan berbaring telentang atau duduk berlunjur.
b. Sikap kaki diangkat ke belakang seperti hendak melakukan gerakan guling ke belakang, tungkai lurus, kaki dekat kepala, lengan bengkok, dan tangan menumpu di samping, di mana kepala ibu jari dekat telinga.
c. Melecutkan kaki ke depan dan tangan melakukan tolakan hingga badan melayang dan membusur.
d. Mendarat dengan kedua kaki rapat, dorong panggul ke depan, dan badan membusur lengan lurus ke atas.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan guling lenting yaitu:
a. Pada saat kedua kaki dilecutkan, kedua lutut bengkok.
b. Kedua kaki tidak rapat (terbuka).
c. Badan kurang melenting, atau terlalu melenting (membusur).
d. Tolakan tangan kurang kuat.
Cara memberi bantuan dalam gerakan guling lenting:
a. Membantu melemparkan kedua kaki ke arah atas depan.
b. Membantu menarik tangan pelaku ke arah depan atas.
c. Membantu menahan pelaku pada punggung.

7. Berdiri dengan Kepala (Headstand)
Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.

Sikap permulaan:
a. membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
b. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
c. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan headstand yaitu:
a. Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
b.Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
c.Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
d.Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi
dankeseimbangan
e.Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga
menimbulkan rasa sakit.
f.Terlalu cepat/kuat pada saat menolak
g.Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan

Cara memberi bantuan dalam gerakan headstand yaitu, Karena panggul menjadi titik berat yang utama dalam bentuk sikap berdiri dengan kepala,
maka bantuan yang utama adalah :
a. Mengangkat dan menarik panggul
b. Menopang panggul bagi pelaku yang dapat memindahkan panggul kedepan
c. Memegang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang pada ujung pergelangan kaki dan belakang paha atau panggul

8. Berdiri Atas Tangan (Handstand)
Cara melakukan gerakan handstand yaitu:
a. Berdiri tegak kaki diceraikan ke muka dan belakang.
b. Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus, pandangan agak ke depan, pantat diangkat setinggi-tinginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
c. Ayunkan tungkai belakang ke atas diikuti tungkai yang lain.
d. Kedua tungkai rapat clan lurus, membentuk satu garis dengan badan dan lengan.
e. Pertahankan keseimbangan.

Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan gerakan handstand yaitu :
a. Pinggang terlalu melenting
b. Kepala kurang menengadah
c. Siku-siku bengkok
d. Penempatan tangan dilantai kurang atau terlalu lebar.
e. Arah jari tangan tidak kedepan dan jari tangan terlalu rapat
f. Ayunan kaki keatas kurang baik (terlalu atau kurang kedepan dan lutut diobengkokkan)
g. Pada saat melemparkan kaki keatas bahu mundur kebelakang dan kepala kurang menengadah
h. Menegangkan otot leher, bahu atau pinggang, sehingga menghambat gerakan.
i. Kurang usaha mempertahankan sikap handstand untuk beberapa saat, sehingga cepat roboh.
j. Waktu roboh melepaskan tangan tumpuan atau tidak menekuk kepala (untuk mengguling ke depan).

Cara memberikan bantuan handstand yaitu:
a. Menopang/menahan panggul, belakang paha, kedua pergelangan kaki, dan bahu si pelaku.
b. Bantuan dengan menopang pada bahu dilakukan untuk pelaku yang bahu, lengan, dan tangannya belum cukup kuat.
c. Bagi siswa yang belum dapat atau sukar melempar/mengayun satu kaki ke atas, dapat dilakukan pada tembok dengan dibantu mengangkat satu kaki.



Rangkaian Latihan Senam Lantai
Unsur-unsur gerakan senam lantai terdiri dari mengguling, melompat, berputar di udara, serta menumpu dengan tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang Bentuk-bentuk latihannya merupakan gerakan dasar senam perkakas. Pada dasarnya latihan bagi pesenam baik putra maupun putri adalah sama, tetapi pada putri dimasukkan unsur balet.


Penilaian dalam Senam Lantai
Kriteria penilaian dalam senam lantai adalah :
1. Waktu untuk perlombaan senam lantai adalah 50 sampai 70 detik untuk pesenam putra dan untuk putri waktu yang dibutuhkan 70 sampai 90 detik.
2. Stopwatch tidak boleh dimatikan walaupun pesenam dalam keadaan jatuh
3. Unsur yang terkandung pada gerakan senam lantai yaitu : ketangkasan, keseimbangan, kelincahan, keluwesan, lompatan, berputar dan salto bulat kedepan.


Kegunaan Senam
Manfaat yang diperoleh dari olahraga senam yaitu :
1. Memberikan rangsangan pertumbuhan tubuh
2. Mengembangkan sikap dan gerak yang wajar
3. Memperbaiki dan mencegah pengaruh buruk di sekolah
4. Mempertebal rasa kebangsaan
5. Memupuk keberanian dan kepercayaan diri
6. Memupuk rasa tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat
7. Memupuk kesanggupan bekerja sama

SENAM IRAMA
Pengertian Senam Irama dan Sejarah Perkembangannya
Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dengan irama musik atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Senam irama dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat Alat yang yang biasa digunakan dalam senam irama yaitu bola, tali, tongkat, simpai, dan gada. Perbedaan senam irama dengan senam biasa yaitu pada senam irama kita menambahkan ritme. Tekanan yang harus diberikan pada senam irama adalah :

1. Irama
Irama yang sudah banyak dikenal oleh siswa antara lain 2/3, 3/4, 4/4, dan sebagainya

2. Kelentukan tubuh (flexibilitas)
Prinsip kelentukan tubuh dalam gerakan senam irama akan diperoleh dengan suatu latihan yang tekun dan dalam waktu yang lama.

3. Kontinuitas gerakan
Kontinuitas berupa rangkaian gerak yang tidak terputus. Rangkaian gerak ini diperoleh dari gerak-gerak senam yang sudah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap ditampilkan.

Menurut perkembangannya, senam irama dibagi menjadi 3 macam aliran. Perkembangan senam irama meliputi :



1. Senam irama yang berasal dari sandiwara dipelopori oleh Delsartes, seorang sutradara
2. Senam irama yang berasal dari seni musik dipelopori oleh Jacques Dalcrose seorang guru musik.
3. Senam irama yang berasal dari seni tari (balet), dipelopori oleh Rudolf Von Laban seorang bangsa Hongaria.

Jenis-jenis Latihan Senam yang Harus Dikuasai
2. Macam-macam langkah
Ada beberapa jenis latihan senam yang harus dikuasai dalam senam irama. Jenis latihan senam tersebut meliputi
: a. Langkah biasa (looppas)
b. Langkah rapat (bijtrekpas)
c. Langkah tiga (wallspas)
d. Langkah ganti (wisselpas)
e. Langkah keseimbangan (balanpas)
f. Langkah silang (kruispas)
g. Langkah depan (galoppas)
h. Langkah samping (zjipas)
i. Langkah putar silang (draipas)
j. Langkah lingkar (huppelpas)
k. Langkah pantul (kaatpas)


3. Macam-macam Loncat
a. Loncat biasa (loopsprong)
b. Loncat rapat (bijtresprong)
c. Loncat depan (galopsprong)
d. Loncat silang (kruisprong)
e. Loncat samping (zijsprong)
f. Loncat ganti (wisselsprong)
g. Loncat lingkar (huppelsprong)
h. Loncat pantul (kaatsprong)
i. Loncat putar silang (draisprong)
j. Loncat ayun (swingingsprong)

Dari macam-macam langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Langkah Biasa (Looppas)
Cara melakukan :
a. Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan lepas di samping badan.
b. Hitungan “satu”, langkahkan kaki kanan kedepan dengan meletakkan tumit terlebih dahulu didepan telapak kaki kiri, berikutnya baru ujung jari kaki yang terakhir.
c. Hitungan “dua” ganti kaki kiri yang dilangkahkan demikian seterusnya
d. Perlu diingat dalam melangkahkan lutut harus mengeper Gunakan irama 2/4, ¾ atau 4/4.

2. Langkah Rapat (Bijtrekpas)
Cara melakukan langkah rapat (bijtrekpas) yaitu ;
b. Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri.
c. Hitungan “satu”, langkahkan kaki kiri kedepan
d. Hitungan “dua”, langkahkan kaki kanan dan letakkan telapak kanan sejajar dengan kaki kiri, lutut mengeper
e. Berikutnya kaki kanan dilangkahkan, kaki kiri diletakkan sejajar dengan kaki kanan, lututu mengeper, dan seterusnya
f. Gunakan irama ¾ atau 4/4


3. Langkah Tiga (Wallspas)
Cara melakukan langkah tiga (wallspas)
a. Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kanan
b. Hitungan “satu”, langkahkan kaki kanan lebar kedepan
c. Hitungan “dua”, langkahkan kaki kiri setengah langkah dan angkat tumit
d. Hitungan “tiga”, langkahkan kaki kanan setengah langkah dan angkat tumit
e. Selanjutnya ganti mulai kaki kiri
f. Pandangan kedepan, lutut tidak ditekuk
g. Pandangan kedepan, lutut tidak ditekuk
h. Gunakan irama 3/4

4. Langkah Ganti (Wisselpas)
Cara melakukan langkah ganti (wisselpas) yaitu:



a. Sikap permulaan tegak langkahkan kaki kanan
b. Hitungan "satu", langkahkan kaki kanan ke depan.
c. Hitungan "dua", tepat saat mengucapkan "du" putar kaki kiri dan bersama-sama dengan "a" letakkan kaki kiri dan langkahkan kaki kanan ke depan dengan cepat.
d. Langkah berikutnya dimulai dari kaki kiri.
e. Gunakan irama 4/4 atau 2/4.

5. Langkah Keseimbangan (Balanspas)
Cara melakukan langkah keseimbangan (Balanspas)
a. Sikap permulaan tegak, langkahkan kaki kiri
b. Hitungan “satu”, langkahkan kaki kiri kedepan
c. Hitungan “dua” kaki kanan menyusul dan sebelum kaki kanan menapak
(masih angkat tumit) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan merapat tetapi tidak ada saat berhenti.
d. Irama ¾ atau 4/4

Langkah Depan (Galoppas)
Untuk mempermudah latihan langkah depan, sebaiknya menguasai langkah rapat lebih dahulu. Cara melakukan langkah depan :
a. Sikap permulaan tegak langkahkan kaki kanan
b. Hitungan “dua” kaki kiri menyusul dan bersama-sama kaki kanan melangkah lagi (satu hep-dua)
c. Selanjutnya langkahkan kaki kiri disusul langkah kaki, kemudian langkah kaki kiri lagi.
d. Irama ¾ atau 4/4


Rangkaian Gerak Senam Irama (Ayunan Tangan dan Langkah Kaki )

Rangkaian gerak senam irama meliputi ayunan tangan dan langkah kaki. Berikut rangkaian gerak senam irama :



Sikap Permulaan tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lurus kedepan
a. Hitungan 1, yaitu kedua tangan kebelakang
b. Hitungan 2, ayunkan kembali kedepan
c. Hitungan 3 dan 4, putarkan kedua lengan melalui bawah disamping badan
d. Hitungan 5, 6, dan 7, latihan sama tetapi dengan arah kebalikannya
e. Ingat lutut selalu ngeper.
f. Gunakan irama 2/4
g. Lakukan 6 x 8 hitungan. Perhatikan gambar berikut!

4. Sikap permulaan tegak, anjur kaki kiri, kedua lengan ke samping kanan
a. Hitungan 1 dan 2: putar kedua lengan di depan badan.
b. Hitungan 2 : kedua lengan di samping kiri, kaki kanan diangkat lurus ke samping.
c. Hitungan 3 dan 4: putar kembali ke arah kebalikannya. d. Irama 4/4. e. Lakukan 6 x 8 hitungan.
5. Sikap Permulaan tegak, anjur kaki kiri ke samping kiri, kedua lengan kesamping kanan
a. Hitungan 1 dan 2 putar kedua lengan satu setengah lingkaran dimuka badan disertai galoppas kekiri, putar badan ½ kekiri .
b. Hitungan 3, ayun lurus kaki kemuka bersama-sama, ayun kedua lengan ke belakang
c. Hitungan 4, kaki kiri letakkan kedua lengan ke samping kiri
d. Hitungan 5, 6, 7 dan 8 latihan sama arah kebalikannya
e. Irama 4/4 f. Lakukan 6 x 8 hitungan

Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan disamping
a. Hitungan 1, langkahkan kaki kiri kedepan, ayun kedua lengan keatas
b. Hitungan 2, angkat paha kiri, tekuk tungkai bawah kaki kiri menunjuk ke bawah membentuk sudut 90^, ayun kedua lengan ke belakang.
c. Hitungan3, letakkan kembali kaki kiri, kedua lengan lurus keatas
d. Hitungan 4, kembali ke sikap permulaan
e. Hitungan 5, 6, 7 dan 8 latihan sama dengan arah kebalikannya
f. Irama 4/4

Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri kedua lengan dipinggang
a. Hitungan 1, ayunkan kaki kiri lurus kedepan
b. Hitungan 2, letak lutut kiri
c. Hitungan 3, ayunkan kembali kaki kiri lurus kedepan
d. Hitungan 4, turunkan kembali kaki kiri ke sikap semula
e. Hitungan 5, 6, 7 dan 8 latihan sama dengan arah kebalikannya
f. Irama 4/4 g. Lakukan 6 x 8 hitungan Perhatikan gambar berikut

Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri kedua lengan di pinggang
a. Hitungan 1, ayunkan kaki kid urns ke samping kiri
b. Hitungan 2, tekuk lutut kiri
c. Hitungan 3, ayunkan kembali kaki kiri lurus ke samping kiri.
d. Hitungan 4, turunkan kembali kaki kiri ke sikap semula.
e. Hitungan 5, 6, 7, dan 8, latihan sama dengan arah kebalikannya.
f. Irama 4/4 g. Lakukan 6 x 8 hitungan


Rangkaian Senam Irama Menggunakan Alat (Gada/Tongkat)
Latihan senam dengan gada/tongkat termasuk Iatihan peregangan dan pengembangan daya tahan umum, serta penguatan kaki dan tungkai.

1. Ukuran Gada
Pada umumnya gada dibuat dari kayu yang halus, dicat merah, cokelat, hitam, atau warna asli kayu. Zaman sekarang, gada ada yang terbuat dari plastik. Berat gada kurang lebih 12 ons, dengan panjang 40 - 50 cm. Kepala gada menyerupai sebuah kelereng yang berdiameter maksimum 3 cm. Bagian leher merupakan bagian terkecil dengan diameter 2,2 cm,
Cara Memegang Gada
Ada 3 macam cara memegang gada yaitu:
a. Reguler grips
Reguler grips yaitu cara memegang gada/ tongkat dengan satu atau kedua tangan dan telapak tangan menghadap ke bawah.
b. Reverse grips
Reverse grips yaitu cara memegang gada/tongkat dengan satu atau kedua tangan dan telapak tangan menghadap ke atas.
c. Mixed grips Mixed grips
atau cara campuran/gabungan, yaitu cara memegang tongkat dengan tangan yang satu menghadap ke bawah dan telapak tangan yang satu menghadap ke atas.

Latihan Gerakan Senam Irama dengan Gada
Latihan gerakan senam irama dengan gada meliputi :
a. Sikap permulaan tegak, anjur kaki kiri, kedua lengan di samping kanan dengan
memegang gada/tongkat

1) Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke kiri melewati depan badan.
2) Hitungan 2: ayunkan ke kanan.
3) Hitungan 3, dan 4: ayunkan kembali kiri dan putar ke kanan melewati depan kepala, berakhir pada hitungan ke-4 lengan di samping kiri.
4) Hitungan 5, 6, 7, dan 8: latihan sama dengan arah kebalikannya.
5) Irama 2/4 atau 4/4.
6) Lakukan 6 x 8 hitungan.

b. Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lurus ke depan memegang
Gada/tongkat
1) Hitungan 1: ayunkan kedua lengan ke samping kiri belakang.
2) Hitungan 2: ayunkan kedua lengan ke samping kanan belakang.
3) Hitungan 3: ayunkan kembali kedua lengan ke samping kiri belakang.
4) Hitungan 4: kedua lengan diayunkan ke atas samping kiri, kaki kiri maju serong ke kiri sehingga sikap kaki kuda-kuda.
5) Hitungan 5, 6, 7 dan 8 latihan sama dengan arah kebalikannya
6) Irama 2/4 atau 4/4
7) Lakukan 6 x 8 hitungan




c. Sikap permulaan tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan lurus ke samping kanan memegang gada/tongkat.
1) Hitungan 1 ; ayunkan kedua tangan kesamping kiri
2) Hitungan 2 ; ayunkan kedua lengan kesamping kanan
3) Hitungan 3; ayunkan kembali kedua lengan kesamping kiri
4) Hitungan 4; meliukan badan ke kanan, kedua tangan diatas
5) Hitungan 5, 6, 7 dan 8; latihan sama dengan arah kebalikannya
6) Irama 2/4 atau 4/4
7) Lakukan 6 x 8 hitungan
Senam
Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus.
Senam biasa digunakan orang untuk rekreasi, relaksasi atau menenangkan pikiran, biasanya ada yang melakukannya di rumah, di tempat fitness, di gymnasium maupun di sekolah.
Sekarang, sejak kecil banyak anak sudah terbiasa diajarkan senam, baik oleh orang tua, maupun oleh pengajar olahraga di sekolah.
Senam sangat penting untuk pembentukan kelenturan tubuh, yang menjadi arti penting bagi kelangsungan hidup manusia.
Senam ada berbagai macam, diantaranya senam lantai, senam hamil, senam aerobik, senam pramuka, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), dll. Biasanya di sekolah dasar, guru-guru mengajarkan senam-senam yang mudah dicerna oleh murid, seperti SKJ dan senam pramuka. Namun ketika beranjak remaja, banyak orang melakukan senam aerobik, ataupun senam lain termasuk meditasi untuk menenangkan diri. Sumber : wikipedia.org
SENAM
A. PENGERTIAN DAN SEJARAH SENAM

Senam berasal dari bahasa Inggris disebut “Gymnastic” yang berasal dari kata “gymnos” melakukan latihan senam di ruangan khusus yang disebut “Gymnasium” atau “Gymnasion”. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kekuatan dan keindahan jasmani. Cara melakukannya sambil berpakaian minim atau telanjang. Maksudnya mungkin agar dapat leluasa bergerak. Namun yang melakukan senam ini hanya kaum pria.
Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport.
Senam sejak Yunani kuno sampai sekarang ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan itu terlihat dalam bentuk-bentuk gerakan, sistematika latihan maupun tujuan-tujuannya.
Apakah senam itu? Untuk menjawab pertanyaan demikian alangkah baiknya diberi jawaban dengan mengemukakan batasan. Namun itu tidaklah mudah hal ini disebabkan ruang lingkup senam sekarang demikian luasnya. Batasan itu perlu untuk membedakan senam dengan cabang olahraga lainnya; untuk itu perlu dikemukakan dulu apa ciri-ciri dan kaidah-kaidah senam itu.

Ciri dan kaidah senam ialah :
• Bahwa gerakan latihannya selalu dapat direncanakan, dipilih dan disiptakan oleh guru, pelatih bahkan pelaku sendiri.
• Bahwa gerakan latihan terpilih itu harus disusun secara sistematis (merupakan suatu kebulatan latihan).
• Penyusunan pemilihan gerakan itu harus sesuai dengan prinsip-prinsip tertentu sesuai dengna tujuan atau kebutuhan si pelaku.

Dengan melihat ciri-ciri dan kaidah-kaidah tersebut, maka batasan mengenai senam dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Senam adalah latihan jasmani / olahraga yang bentuk-bentuk gerakannya dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip tertentu sesuai dengan kebutuhan atau tujuan si penyusun”.
Dari batasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang, guru atau pelatih olahraga dapat menentukan tujuan, memilih dan menyusun latihannya sendiri sesuai dengan kebutuhan atau tujuan untuk apa. Mungkin untuk memelihara kesegaran jasmani, menambah keterampilan, keindahan bentuk dan lain-lain.


B. SEJARAH SENAM

Sejarah perkembangan senam dimulai sejak zaman kuno, sebelum Masehi, baik di dunia barat, di dunia timur atau di timur tengah. Materinya dibagi dalam empat bagian yang masing-masing merupakan satu era dengan cirinya masing-masing : yaitu zaman kuno, zaman Abad pertengahan dan permulaan zaman modern, zaman modern di eropa dan bagian akhir adalah senam di abad ke Duapuluh.
Pengetahuan tentang sejarah terkadang membosankan bila kita hanya melihat dongengnya saja. Tapi apabila anda perhatikan dengan seksama, maka di dalamnya penuh dengan buah pikiran, kejadian, situasi, sifat, tingkah laku, yang indah, yang jahat, yang bermanfaat dan sebagainya, yang semuanya akan menambah wawasan pribadi anda yang tentu akan sangat berguna bagi anda sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Dengan memahami sejarah senam sejak zaman kuno sampai sekarang, anda akan menghargai karya dan buah pikiran orang lain sebelum anda dan banyak di antaranya yang dapat anda jadikan contoh suri teladan dalam menjalankan tugas anda sehari-hari baik sebagai pendidik ataupun sebagai siswa.

SENAM PADA ZAMAN KUNO

Sejarah perkembangan senam erat sekali hubungannya dengan perkembangan pendidikan jasmani dan pendidikan pada umumnya. Sejak dahulu, para ahli filsafat percaya bahwa tingkat kesegaran jasmani masyarakat (istilah sekarang) menurun maka tingkat pendidikannya juga akan menurun. Bila hal ini terjadi, maka para pendidik harus mengarhkan perhatiannya pada faktor peningkatan kesegaran jasmani nasional. Kenyataan yang berusaha memasukkan senam dan pendidikan jasmani ke dalam kurikulum sekolah adalah para ahli filsafat dan pemimpin masyarakat. Dewasa ini orang percaya bahwa pendidikan jasmani merupakan aspek penting dari program pendidikan umum. Sejarah perkembangan senam dan pendidikan jasmani pada umumnya merupakan evolusi yang dipengaruhi oleh tuntutan dan keadaan negara, pemerintah, kota, lembaga-lembaga maupun kelompok dan individu/perorangan.

Mesir 2000 s.M

Para ahli berpendapat bahwa berdasarkan penemuan-penemuan pada peninggalan bangsa mesir kuno yang terdapat dalam piramida-piramida, senam telah menjadi kebudayaan penduduk. Dalam hal ini dapat dilihat pada tulisan-tulisan, gambar-gambar, relief dan mosaics. Bangsa mesir menggemari perlombaan senam, latihannya banyak berbentuk senam lantai seperti tubling. Ada pula latihan berbentuk yoga.

Yunani Kuno. 1000 – 800 s.M

Orang yunani saat itu membentuk tujuan pendidikannya ialah keutamaan individu . ini dapat dicapai dengan mengembangkan motto “men of action dan Men of Wisdom” orang terampil (yang sehat dan kuat) dan orang yang bijaksana. Prinsip ini dimasukkan ke dalam program pendidikan jasmani yang tujuannya membentuk prajurit. Maksudnya untuk mengatasi situas yang memaksa. Yunani memusatkan latihannya kepada keterampilan dan kualitas keprajuritan. Mereka menyuakai pertandingan beregu maupun perorangan yang secara langsung terasa pengaruhnya hingga sekarang. Mereka telah juga memberi kepada pendidikan jasmani dengan menambah sportivitas, menyukai olahraga dan perjuangan.
Senam pada masa itu bersifat informal dan sebagian besar kegiatan tersebut berhubungan erat dengan upacara keagamaan. Cerita tentang llliad dan Odyssey menunjukkan bahwa hanya orang, yang turut serta dalam olahraga semacam itu. Sumber : pojokpenjas.blogspot.com
SEJARAH PERKEMBANGAN SENAM
1. Senam
senam dalam bahasa inggris disebut “Gymnastic” yang berasal dari kata “Gymnos” bahasa Greka (yunani) yang berarti berpakaian minim atau telanjang. Orang Yunani kuno melakukan latihan senam di ruangan khusus yang disebut “Gymnasium” atau “Gymnasion”. Tujuannya ialah untuk mendapatkan kekuatan dan keindahan jasmani. Cara melakukannya sambil berpakaian minim atau telanjang. Maksudnya mungkin agar dapat leluasa bergerak. Namun yang melakukan senam ini hanya kaum pria.
Senam di negeri kita sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Waktu itu namanya “Gymnastiek” sedangkan pada zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah senam sendiri kemungkinan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport.
Senam sejak zaman Yunani kuno sampai sekarang telah mengalami perkembangan demikian pesat, seiring dengan kemajuan di bidang ilmu dan teknologi. Perkembangan itu terlihat dalam bentuk-bentuk gerakan, teknologi. Perkembangan itu terlihat dalam bentuk-bentuk gerakan, sistimatika latihan maupun ujuan-tujuannya.
Apakah senam itu? Untuk menjawab pertanyaan demikian sebaiknya diberi jawaban dengan mengemukakan batasan. Tapi itu tidaklah mudah disebabkan ruang lingkup senam sekarang demikian luasnya. Namun batasan itu perlu untuk membedakan senam dengan cabang olahraga lainnya, untuk itu perlu dikemukakan dulu apa cirri-ciri dan kaidah-kaidah senam itu.
Ciri dan kaidah senam ialah :
Bahwa gerakan-gerakan latihannya selalu dapat direncanakan, dipilih dan diciptakan oleh guru, pelatih bahkan oleh pelaku sendiri.
Bahwa gerakan latihannya terpilih itu harus disusun secara sistematis (merupakan suatu kebulatan latihan)
Penyusunan dan pemilihan gerakan itu harus sesuai dengan prinsip-prinsip tertentu sesuai dengan tujuan atau kebutuhan si pelaku.
Dengan melihat ciri-ciri dan kaidah-kaidah tersebut maka batasan mengenai senam dapat dirumuskan sebagai berikut:
“Senam adalah latihan jasmani/olahraga yang bentuk-bentuk gerakannya dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip tertentu sesuai dengan kebutuhan atau tujuan si penyusun”.
Dari batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang guru atau pelatih olahraga dapat menentukan tujuan, memilih dan menyusun latihannya sendiri sesuai dengan kebutuhan atau tujuan untuk apa. Mungkin untuk memelihara kesegaran jasmani, menambah keterampilan, keindahan bentuk dan lain-lain.
Unsur-unsur senam
a. Calesthenic
unsur pertama dari senam ialah “Calesthenic” berasal dari bahasa Greka (Yunani): “Kallos” yang artinya indah dan “stenos” yang artinya kekuatan. Jadi Calesthenic berarti latihan jasmani untuk menambah kekuatan dan keindahan. Latihan ini biasanya dilakukan dengan atau tanpa alat. Calesthenic disebut juga dalam bahasa inggris “Free Exercise” atau latihan bebas. Termasuk ke dalam golongan ini adalah senam pagi atau senam kamar, senam kondisi dan senam pendahuluan, semacam latihan senam yang mendahului latihan olahraga lainnya. Gerakan-gerakan senam Calesthenic sebagai contoh misalnya: membungkukkan badan ke depan sedalam-dalamnya kemudian merentangkannya kebelakang sejauh-jauhnya; memutar badan ke samping kiri dan kanan; melakukan gerakan push-ups, dll.
b. Tumbling
unsure ke-dua ialah “Tumbling” yang berasal dari kata “Tombolan” (Italia) yang artinya melompat, melenting dan mengguling. “Tumbling” berarti gerakan-gerakan melompat, melenting, mengguling dan berjungkir balik secara berirama. Tumbling atau “akrobatik” adalah suatu ketangkasan gerak putar pada poros-poros tubuh. Pada saat badan berputar bila tangan bertumpu (satu atau dua tangan) maka terjadilah gerakan hand spring, kip, flic-flac dan cart wheel (baling-baling). Kalau tangan-tangan tidak bertumpu maka terjadilah gerakan salto (sommersault).

2. Senam kondisi
senam kondisi adalah senam untuk memelihara atau juga meningkatkan kondisi jasmani. Kata “kondisi” dari kata bahasa inggris “condition” yang artinya keadaan atau persyaratan untuk… “in condition” artinya dalam keadaan baik, dalam keadaan siap. “physical conditioning” adalah latihan jasmani untuk meningkatkan dan memelihara kemampuannya (kesegarannya). Jadi senam kondisi adalah termasuk kepada physical conditioning. Tetapi mengenai cara memilih dan menyusun latihannya tetap berdasarkan ciri-ciri dan kaidah-kaidah senam.

3. Kesegaran Jasmani
secara fungsional pengertian kesegaran jasmani ialah “derajat kemampuan seseorang untuk melaksanakan pekerjaan tertentu yang bersifat jasmaniah yang memerlukan persyaratan tertentu”. Persyaratan-persyaratan tersebut dapat berupa persyaratan anatomis (menyangkut struktur tubuh) seperti ukuran dan bentuk tubuh, tinggi badan dan lain-lain, tapi dapat juga persyaratan yang bersifat fungsional seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan dan lain-lain.
Sebagai contoh misalnya untuk pekerjaan sebagai juru tulis di kantor tidak diperlukan persyaratan ukuran tinggi dan berat badan ataupun kekuatan sebagaimana halnya diperlukan oleh seseorang pemain bola Voli.
Pengertian lain mengenai kesegaran jasmani ialah bila kita mengambil dari bahasa inggris yaitu “physical Fitness” yang berarti keselarasan atau kecocokan jasmaniah. Yang dimaksud dengan selaras atau cocok disini ialah kesesuaiannya dengan pekerjaan yang harus dilakukannya. Jika demikian maka pengertian kesegaran jasmani itu ialah tingkat kesesuaian jasmaniah seseorang dengan pekerjaannya.
Kesegaran jasmani hanya dapat dipertahankan atau ditingkatkan dengan bekerja atau berolahraga secara teratur dengan beban atau porsi yang sesuai dengan persyaratan jenis pekerjaan yang bersangkutan. Kekurangan gerak berakibat menurunnya kemampuan jasmani seperti lemah dan cepat menjadi lelah. Dalam keadaan demikian orang mudah dihinggapi penyakit. Keadaan demikian biasa disebut tidak dalam kondisi (out of condition) atau tidak fit atau sudah tidak cocok untuk mengerjakan pekerjaannya. Untuk mengembalikan kepada keadaan cocok atau fit maka yang bersangkutan perlu melakukan latihan yang dapat meningkatkan kesegarannya. Yaitu latihan yang dipilih dan disusun secara sistematis dan bertahap sesuai dengan kebutuhannya.sumber : scribd.com
senam ritmik:
Senam irama disebut juga senam ritmik adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Alat yang sering digunakan dalam senam irama yaitu gada, simpai, tongkat, bola, pita, topi dan lain-lain. Senam ini untuk menyalurkan nilai seni atau rasa keindahan, membina dan meningkatkan seni gerak. Yang ditekankan dalam senam irama, yaitu irama, kelentukan tubuh, dan kontinuitas gerakan.
Menurut perkembangannya senam irama terdapat 3 aliran, yaitu;
1. berasal dari seni sandiwara dipelopori oleh Delsartes
2. berasal dari seni musik dipelopori oleh Jacques Dalcrose
3. berasal dari seni tari dipelopori oleh Rudolf Van Laban
Soal-soal senam irama;
1. Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama
2. Yang termasuk alat digunakan dalam senam ritmik adalah gada, simpai, tongkat, bola, pita, topi
3. Tekanan yang harus diberikan pada senam ritmik antara lain, irama, kelentukan tubuh, dan kontinuitas gerakan.
4. Senam ritmik yang berasal dari seni sandiwara dipelopori oleh Delsartes
5. Senam ritmik yang berasal dari seni musik dipelopori oleh Jacques Dalcrose
6. Senam ritmik yang berasal dari seni tari dipelopori oleh Rudolf Van Laban
Sumber : mochlutfi15.wordpress.com

Senam Kesegaran Jasmani
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Senam Kesegaran Jasmani atau sering disingkat dengan SKJ adalah senam masal yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Senam ini biasanya diiringi oleh lagu berirama dari berbagai propinsi yang diaransemen ulang dan biasanya dilakukan oleh sekelompok peserta besar. SKJ biasa dilakukan di tempat-tempat umum di Indonesia di hari-hari tertentu dalam satu minggu, yaitu hari Jumat pagi. Senam ini beserta musik yang mengiringinya menjadi sangat populer di tahun 80-an dan 90-an saat masa pemerintahan Orde Baru.
Perbedaan dengan Senam Pagi Indonesia
Seri Senam Pagi Indonesia (SPI) diperkenalkan di akhir 70-an dengan SPI seri A, B, C dan D untuk anak-anak sekolah. Senam Kesegaran Jasmani diperkenalkan pada awal 1984 berdasarkan Surat Perintah Menpora untuk diajarkan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Daftar Senam Kesegaran Jasmani Indonesia
SKJ '84
• Lagu pengiring diaransemen oleh Nortier Simanungkalit [1]
SKJ '88
• Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi sekitar 5 menit.
SKJ '93
• Lagu pengiring diaransemen oleh Januar Ishak. Satu seri berdurasi 12 menit 9 detik untuk versi satu seri, berisi Pemanasan, Inti, dimulai dari lagu:
1. Yamko Rambe Yamko (Papua)
2. Jali Jali (Jakarta)
3. Tanduk Majeng (Jawa Timur)
4. Cing Cangkeling (Jawa Barat)
5. Rasa Sayange (Maluku)
6. Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
SKJ '94
• Lagu pengiring sama dengan SKJ 93, hanya diberi hitungan.
SKJ Usia SD '96
Diaransemen oleh FX Sutopo, berisi Pemanasan, Inti, Pendinginan dan Pelemasan) durasi sekitar 10 menit.
Senam Sajojo
• Diiringi dengan lagu Sajojo dari Papua.
Senam Poco - Poco
• Diiringi dengan lagu Poco-Poco dari Sulawesi Utara.
Senam Kubro Siswo
• Diiringi dengan lagu dan gerakan dari hasil penyerapan tarian adat Jawa yaitu tari Kubro Siswo. Musik identik dengan beduk, terompet, dan gamelan.
Senam Ayo Bersatu
Senam Lansia
• Biasanya diikuti oleh peserta yang sudah lanjut usia atau tidak memiliki kemampuan fisik normal dan sehat seperti anak muda. Sumber : wikipedia.org
• Sejarah Perkembangan Senam
• 1. Senam Pada Jaman Kuno (l.k. 2000 s/d 1000 tahun S.M)
• a. Jaman Primitif
• Pekerjaan orang primitive untuk menyambung hidupnya dengan jalan berburu, menangkap ikan dan berperang. Oleh karena alat-alat yang dipakai sederhana sekali, maka yang dikembangkannya adalah kekuatan fisiknya. Bagi masyarakat primitive mempertahankan hidup dengan jalan perang mempunyai peranan yang paling penting, sebab kelanggengan suatu bangsa atau suku tergantung dari hasil peperangan. Biasanya peperangan diakhiri dengan tari-tarian berupa bentuk gerak yang penting dalam kehidupan mereka. Suatu tari merupakan bagian dari pemujaan mereka terhadap nenek moyangnya.
• Pendidikan pada jaman itu ditujukan kepada anak dari anggota sukunya dan ditekankan kepada menguatkan badan. Mereka ikut berburu dan berperang untuk diterima sebagai anggota suku, pada upacara pembaptisan sebagai orang dewasa, anak-anak yang menjelang akil balig diuju ketangkasannya dan ketahanannya menahan rasa sakit.
• b. Cina
• Sejak tahun 2700 SM. Di dataran Cina ada suatu kegiatan yang menyerupai senam, terutama dalam bentuk penyembuhan atau pengobatan. Latihan berupa macam-macam gerakan pasif dan aktif, latihan pemanasan dan massage. Beberapa abad lamanya Cina mempunyai kebudayaan yang boleh dikatakan tidak berubah-ubah.
• Ajaran Cina jaman kuno ini adalah filsafat moral yang menekankan pentingnya keluhuran budi. Untuk memperoleh hikmahnya kehidupan, orang harus menempuh jalan kesucian dan kesetiaan. Ajaran tersebut antara lain ajaran Kong Hu Cu yang kemudian diteruskan oleh pengikut-pengikutnya.
• Adat kebiasaan di dataran Cina banyak diketahui dari kumpulan tulisan-tulisan Kong Hu Cu dan murid-muridnya. Kecuali latihan pernapasan dan melulut, ada suatu tarian atau dansa yang tujuannya adalah menyembuhkan. Dansa adalah kegiatan yang merupakanh bagian yang penting dalam pendidikan Cina Kuno. Dengan berdansa orang-orang Cina berharap dapat melawan penyakit kurang darah, tungkai yang membengkak dan penyakit busung air. Hal inni telah dikenal sejak dahulu kala. Senam medis dari Cina merupakan tradisi yang sudah berabad-abad usianya dan bertahan sampai sekarang. Disamping melalui lukisan-lukisan dan patung-patung kayu dapat diketahui permainan anak-anak Cina (kebanyakan dilakukan di Biara-biara) yang berupa latihan kesetimbangan pada tambang dan latihan berbagai macam senam lantai.
• c. India
• Unsur-unsur senam yang ada di India kuno adalah teknik bernapas dan pengetahuan tentang penyembuhan penyakit. Kegiatan ini mempunyai arti keagamaan, antara lain cita-cita hidup dari orang berkasta pendeta/padri yang ingin lepas dari derita di alam fana, pemujaan kepada dewa brahmana. Dalam pelajaran menurut agama Budha, ditujukan caranya menuju kehidupan yang lebih baik yaitu dengan jalan penguasaan jasmani, pengaturan pernapasan dan meditasi.
• Bernapas selalu dihubungkan dengan kekuatan alam. Setiap kali berlatih, kita bernapas, dan bernapas berarti kita menghirup udara. Udara yang kita hirup bermuatan prana, dan prana inilah yang merupakan suatu sumber kekuatan yang memelihara alam semesta. Senam Yoga misalnya, lebih dari pada usaha sekedar untuk tujuan medis. Dalam tujuannya yang hakiki senam Yoga melepaskan diri dari hidup keduniawian. Pelajaran ini berkembang ke Negara lain, diantaranya Jepang, Cina dan juga Indonesia (dengan perubahan-perubahan).
• Dalam buku Weda, pelajaran terdiri dari latihan yang kita kenal dengan latihan tubuh, misalnya :
• - Latihan ketangkasan (headstand, berdiri diatas tengkuk atau sikap lilin dan sebagainya.
• - Latihan memanjat tambang/tiang dengan kepala diatas/dibawah
• - Latihan merangkak/merayap
• Lama kelamaan seperti yang kita lihat, Yoga memegang peranan dalam senam yang beraliran estetis.
• d. Mesir
• Peninggalan yang terkenal dari Mesir Kuno adalah Piramida, dapat kit abaca bagaimana kehidupan sehari-hari telah terjadi, bagaimana orang hidup dan bekerja. Juga mengenai olahraga dapat kita ketahui pada gambar-gambar yang telah ditinggalkan bahwa orang Mesir sudah mengenal latihan bebas (senam) yang bilamana dilihat dari gaya dan cara melakukannya menyerupai gymnastic Jerman Kuno. Latihan-latihan yang lain mirip juga dengan latihan Yoga. Disamping itu terdapat juga macam-macam bentuk senam lantai.
• e. Yunani Kuno
• Sepanjang Sejarah Negara Yunani, senam yang disebut dengan kata Gymnastic memegang peranan yang penting dalam arti kata seluas-luasnya. Gymnastic pada jaman Yunani Kuno dapat kita lihat pada lukisan di jambangan, yaitu di Kreta sekitar 2000 tahun SM. Suatu jenis olahraga bagaimana orang yang beradu melawan sapi memegang tanduknya melajam pada sapi yang menyerbu, kemudian melakukan baling-baling (cartwheel) di atas punggungnya dan mendarat kembali di belakang binatang itu.
• 2. Senam Pada Jaman Yunani Dan Romawi (1000-476 S.M.)
• a. Yunani (1000 S.M.-146 S.M.)
• þ Sparta
• Sparta di bangun 1000 tahun sebelum Masehi. Permainan Olympiss untuk menghormati dewa-dewa mempunyai tujuan spiritual. Pada masa itu hanya orang yang berkuasa/orang yang terkemuka, orang-orang yang mempunyai hak lebih yang mendapatkan pendidikan.
• Pada tahun 550 sebelum Masehi terjadilah pembalikan. Budak-budak yang merasa tertindas memberontak. Untuk mencegah kekacauan, kaum militer memegang kekuasaan. Kalau dulu olahraga mempunyai tujuan spiritual, sekarang olahraga dipakai untuk menyusun kekuatan (militer). Laki-lakinya yang kuat, perempuannya tidak terlalu perasa dan dapat melahirkan anak yang sehat. Kekuatan tidak lain adalah latihan-latihan militer. Rakyat harus kuat dan latihannya terdiri dari :
• 1. Baris-berbaris
• 2. Lari cepat, dan
• 3. Gulat
• þ Athena
• Athena tumbuh dengan pesat dan setiap orang dapat menduduki jabatan di pemerintahan dan dapat bergaul dengan kaum bangsawan (kebalikan dari Sparta).
• Sparta pendidikan terbatas pada segi intelek dan segi militer, kalau Athena semua aspek. Sparta menekankannya pada kekuatan fisik saja, sedangkan tujuan gymnastic di Athena adalah manusia yang selaras (harmonis) antara jiwa dan raga (Socrates). Di Athena rakyat hidup di alam yang lebih demokratis. Gymnastik merupakan bagian dari pendidikan yang menyeluruh. Latihannya antara lain panthatlon yang terdiri dari :
• 1. Lari
• 2. Lompat
• 3. Lempar lembing
• 4. Lempar cakram
• 5. Gulat
• Jatuhnya Yunani, Yunani yang terpusat pada pemerintahan kota Athena terbuka pintunya terhadap dunia bebas.
• Pada Abad ke 3 S.M. teknik dan pengetahuan berkembang dengan pesat sekali. Akan tetapi setiap orang mencari peruntungannya sendiri-sendiri, mencari kekayaan untuk diri sendiri. Kebudayaan Yunani tidak berakar kuat, segala pesta upacara keagamaan dan permainan yang begitu megah mulai hilang. Segala macam kegiatan olahraga lebih banyak diajukan untuk pengobatan. Arti spiritual hilang. Dengan hilangnya cita-cita dan semangat, Yunani menjadi lemah dan akhirnya orang Hellena dikuasai Roma. Tahun 146 S.M. Yunani menjadi jajahan orang Romawi.
• b. Romawi (146 S.M.- 476 M.)
• Pendidikan yang dilakukan di Roma berbeda dengan Yunani. Kalau di Yunani pendidikan dipusatkan di sekolah, sebaliknya di Roma keluargalah tempat mendidik anak.
• Keluarga dimana sang ayah berkuasa (Pater Familias) memerintah dengan keras dan memberikan segala ketangkasan kepada anak-anaknya. Gymnastic mendapat tempat yang penting yaitu untuk persiapan militer. Mereka mendapat pelajaran bertanding dengan tongkat dan "turnen" pada kuda yang terbuat dari kayu. Kalau gymnastic di Yunani merupakan bagian dari pendidikan, sebaliknya di Roma gymnastic hanyalah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan praktis. Orang Romawi hidup lebih praktis, sebagai anggota masyarakat harus dapat mempertahankan Negara.
• Gymnastic terdiri dari :
• þ Perkelahian tongkat
• þ Turnen pada kuda tiruan terbuat dari kayu
• þ Baris-berbaris
• þ Lari lintas alam
• þ Seni menunggang kuda
• Gymnastic pada jaman Yunani dan Romawi disebut Senam Klasik. Masa itu disebut juga masa Hellenisme, yaitu masa kebudayaan orang-orang Hellena (Yunani). Dengan runtuhnya peradaban Yunani dan Romawi gymnastic menghilang, dan mulai saat itu mulai pertengahan (476-1500 M.) kegiatan senam dilarang dan dianggap tabu. Setelah tahun 1500 timbul perubahan, yaitu datangnya jaman kebangkitan (Renaissance). Senam dimulai lagi, tetapi Senam Klasik ditentang, karena terlalu keras dan kasar. Sebagai gantinya datanglah Senam Human (Humanische Gymnastiek).
• 3. Senam Pada Abad Pertengahan (Tahun 476 – 1500 M.)
• a. Jatuhnya Romawi
• Pemerintah yang kuat mendatangkan kemakmuran bagi Romawi. Kemakmuran yang berlebihan mengubah cara hidup. Orang Romawi ingin menikmati kekayaannya. Mereka mulai hidup santai. Pemudanya mulai menarik diri dari militer, angkatan perangnya lebih banyak serdadu sewaan. Olahraganya lebih dipusatkan kepada mandi uap. Pendidikan pater familias tidak popular lagi. Tugas mendidik diserahkan kepada budak (orang Yunani). Ternyata kemajuan dibidang materi dan spiritual dari Yunani diambil alih Romawi. Pendidikan Romawi tidak mempunyai dasar yang kuat dan tidak seirama dengan kemajuan material.
• Pada abad ke empat salah satu suku bangsa German berhasil menyerbu ke Roma. Maka runtuhlah kerajaan Roma (476). Orang-orang German terkenal dengan sifat-sifat yang negative kasar, suka berkelahi, hukum adatnya ialah yang menang perang adalah yang berkuasa. Ini berlaku juga dalam pertandingan dan permainan yang kadang-kadang kasar dan kejam. Juga dikalangan bangsawan sama kasar dan kerasnya seperti kasar dan kerasnya Tournoy (berlaga dengan membawa tongkat di atas kuda).
• Dengan sendirinya anak-anak muda German pendidikan tidak lebih dari ketangkasan. Tidak ada latar belakang keagamaan lagi dalam permainan, tidak ada perhatian terhadap perkembangan jiwa dan perasaan. Baru dengan datangnya agama Kristen terjadilah perubahan.
• Tersebarnya agama Kristen menyebabkan cara berfikir berubah. Jatuhnya kesusilaan, kebencian terhadap ekses (penyimpangan) pada jaman itu sangat ditentang oleh penyebar-penyebar agama dan mereka ini berusaha mengadakan perbaikan.
• b. Gymnastic adalah Tabu
• Abad pertengahan ditandai dengan didirikannya gereja-gereja dan biara-biara. Para pendeta/biarawan dan ksatria/pahlawan merupakan unsure-unsur yang khas (karakteristik) dalam masyarakat abad pertengahan. Pada jaman itu system pemerintahan adalay system feudal. Raja membagi negaranya dalam bagian-bagian dan diberikan kepada ksatria-ksatria yang patut menerimanya. Ksatria harus taat kepada agama dan patuh kepada raja. Maka terjadilah kasta agama dan kasta bangsawan.
• Ada suatu aliran dari penganut agama di mana pengikut-pengikut mencoba menaklukan nafsu badan dengan hidup bertapa, menjauhkan diri dari masyarakat bahkan menghukum diri sendiri secara berlebih-lebihan (aliran asceticisme).
• Hidup berdasarkan kebendaan (materiil) ditekan, sehingga akibatnya banyak yang hidup melarat dan menderita. Dengan sendirinya Gymnastic tidak mempunya tempat lagi dan dianggap tabu.
• 4. Senam Pada Jaman Kebangkitan (Renaissance) (Tahun 1500-1600 M.)
• Dualisme Dalam Pandangan Umat Kristen
• Abad pertengahan adalah abad yang dikuasai oleh pandangan hidup agama Katolik. Hidup adalah persiapan untuk menuju ke kerajaan Tuhan di alam yang lain.
• Pada abad ini dikuasai oleh dua golongan :
• 1. Rahib (monnik)
• 2. Kaum bangsawan dan Ksatria (ridder)
• Sejarah Gymnastic pada abad ini terbagi dua bagian :
• Bagian Pertama
• Masa ini dipengaruhi oleh alam pikirannya Agustinus (tahun 354-430 M.). Alam pikiran yang tidak mau tahu tentang gymnastic. Pandangan ini tidak lain dilatarbelakangi oleh reaksi-reaksi terhadap kebudayaan Romawi yang negative, terhadap kekacauan yang terlalu meng-cultus-kan jasmani.
• Bagian Kedua
• Pada bagian ini pandangan terhadap gymnastic dikuasai oleh cara berpikir dari Thomas Acquino (tahun 1224-1274 M.). Jasmani dan Rohani adalah dua unsure yang tak dapat dipisah-pisahkan. Oleh karena itu unsure jasmani dianggap penting. Gymnasticpun diajarkan sampai ke dalam biara-biara. Pendidikan untuk ksatriapun berdasarkan kesadaran umat Katolik akan pentingnya Gymnastic, tetapi pendidikannya diarahkan kepada kehormatan, keperwiraan dan keperkasaan. Sebaliknya pendidikan jasmani bagi rakyat, sifatnya hanya rekreasi.
• Kegiatan Gymnastic dalam bentuk permainan masih diadakan seperti misalnya permainan bola, memanjat tiang dan menari, anak-anak (berumur 14 tahun) dibawah pimpinan dayang (Zucht-meister) dididik naik kuda, anggar, berburu dan pada akhir pendidikannya diberikan gelar ksatria.
• Terjadinya Revolusi Jiwa (Renaissance)
• Pada abad 15 dan 16 di Eropa terjadi perubahan dalam tata kehidupan. Suatu aliran baru yang disebut Humanisme telah menjadi pendobrak pembaharuan dalam dunia pendidikan, sehingga gymnastic mendapat tempat yang baru.
• Kematangan yang terjadi ketika revolusi jiwa atau renaissance :
• þ Reformasi
• þ Humanisme
• þ Kemajuan Ilmu Pengetahuan (Spesialisasi)
• Pentingnya pendidikan jasmani mereka mempunyai pendapat yang sama dengan kita masa kini (abad 20).
• a. Vittorino Da Feltre (1379-1446 M.)
• Gymnastic sebagai pendidikan jasmani belum berkembang, baru kemudian seorang pendidik yaitu Da Feltre mempraktekan gymnastic sebagai pendidikan jasmani.
• Cita-cita kaum Humanis juga masuk ke dalam gereja dan oleh karena itu pula pendapat bahwa pendidikan jasmani penting dapat diterima.
• b. Sedoletti
• Sadotti mulai menghargai pendidikan jasmani seperti halnya pendeta lainnya. Ia menghendaki gymnastic dan musik diajarkan kepada anak-anak dan sedapat mungkin dalam bentuk ritmis.
• c. Vives (1492-1540 M.)
• Ia menekankan kepada pentingnya gerak yang luwes dan enak dipandang. Ia menentang metode yang militeristik, pendekatan terhadap murid harus secara anak didik bukan secara militer. Tujuan utamanya ialah tubuh yang sehat dan bebas dari ketegangan jiwa.
• d. Montagna (1533-1592 M.)
• Ia menekankan kepada pengembangan jasmani dan disiplin yang tinggi. Apa yang terlihat secara lahiriah harus tersirat secara batiniyah. Apa yang terkandung dalam hati harus terlihat secara lahiriah. Oleh karenanya jasmani harus dilatih.
• 5. Senam Pada Abad Ke 17
• Pada abad ini yaitu abad ke 17 orang mencari "Kebenaran". Ilmu pengetahuan melepaskan diri dari gereja.
• Baru saja pelajaran agama/gereja menyebar di masyarakat, tidak lama kemudian ilmu pengetahuan berkembang untuk mencari kebenaran. Dua cara dalam mencari kebenaran :
• þ Di Inggris ialah Emperisme
• þ Di Perancis (dan Jerman) ialah Rasionalisme.
• Kedua pendekatan tersebut sangat mempengaruhi cara berfikir dan perkembangan sikap terhadap pendidikan jasmani.
• Emperisme ( John Lock)
• Menurut Emperisme, dalam mencari kebenaran ilmu pengetahuan itu dating dari luar, dari hubungan dengan lingkungannya. Jadi pengetahuan itu timbul oleh karena pengalaman. Pengalaman itu timbul dari pengamatan panca indra.
• Pengamatan adalah apa-apa yang kita tangkap melalui panca indra, indra hanya dapat bekerja dengan baik apabila tubuh kita baik (sehat).
• Bila badan/jasmani sakit, maka panca indra tidak berfungsi secara sebaik-baiknya. Agar fungsi indra fungsinya baik, badan harus sehat. Baik badan maupun jiwa harus dilatih "mensana in corporesano" Oleh karena itu gymnastic penting untuk perkembangan intelek.
• Rasionalisme (Herbart)
• Rasionalisme cara berfikirnya bertentangan dengan Emperisme. Menurut pemahaman Rasionalisme panca indra kita tidak dapat melihat kebenaran. Dengan panca indra kita mampu melihat matahari memutari bumi, dan bumi itu datar, ternyata panca indra kita menipu diri kita sendiri, oleh karena itu tidak boleh mempercayai panca indra. Hanya pikiran atau rasio kita yang dapat menjejaki kebenaran.
• Rasionalisme menitik beratkan pada perkembangan akal atau rasio. Tujuannya ialah untuk memperoleh pengetahuan. Gymnastic tidak penting oleh karena tidak dapat membantu untuk memperoleh pengetahuan dan terutama dibawah aliran Rasionalisme, badan adalah bagian yang lebih rendah daripada jiwa. Oleh karena itu badan/jasmani kurang penting.
• 6. Senam Pada Abad Ke 18
• Aliran-aliran yang timbul pada abad ini :
• a. Aliran Romantik (J.J. Rousseuau).
• Aliran ini adalah aliran yang mementingkan perasaan dan angan-angan atau fantasi. Dia berpendapat :
• "Kalau kita hendak mengembangkan intelegensi murid, kembangkanlah kekuatannya. Latihlah jasmaninya. Maka kuat jasmaninya, makin patuhlah ia kepada jiwa. Sebaliknya makin lemah jasmani, makin merajalela ia".
• Oleh karena itu, Rousseau berpendapat Gymnastic sangat penting. Maka dikembangkanlah senam sekolah (school gymnastiek).
• b. Aliran Filantrop (Bassedow) (1723-1790 M)
• Bassedow adalah pelopor dari aliran Filantrop dan ia adalah orang pertama yang memasukan pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran di sekolah.
• c. Penerus Aliran Filantrop
• þ Johan Christian Gutsmuths (1744-1811 M.)
• þ Vieth (1763-1836 M)
• 7. Senam Pada Abad Ke 19
• a. Senam Elementer
• þ Pestalozzi (1746-1827)
• Pestalozzi menciptakan suatu system pendidikan yang lebih diarahkan kepada kebutuhan seseorang. Ia juga ingin mengangkat rakyat kecil melalui senam. Ia sebetulnya sebagai penganut dari teori Rousseau, tetapi dalam kenyataannya ada perbedaan. Pastelozzi berpendapat , "bahwa gerakan tubuh yang menjadi hakekat senam, tetapi kemungkinan gerak pada persendian itulah senam".
• Dari sinilah mulai terbit "senam dengan kemungkinan-kemungkinan gerak-nya" yang berlawanan dengan Gutsmushs, penganjur gerak yang wajar, praktis dan gembira.
• Mulai dari situlah sejarah senam yang sebenarnya, senam dalam arti kata "latihan yang metodis, tersusun dan disadari".
• Pestalozzi membagi bentuk latihan:
• Latihan tubuh terdiri dari :
• a. Latihan persendian paha
• b. Latihan persendian pinggul
• c. Latihan persendian tulang belakang. Gerakannya terdiri dari :
• 1) Gerakan lurus
• 2) Gerakan berputar
• Latihan persendian dari Pestalozzi masuk ke seluruh eropa ;
• - Ke negeri spanyol sebagai latihan militer
• - Ke negeri Prancis dipakai di sekolah-sekolah
• - Ke negeri Swedia dipakai sebagai latihansetempat (latihan yang dilokalisir)
• - Ke negeri Jerman dipakai sebagai latihan bebas, hamper seluruh system senam tidak terlepas dari latihan persendian dari pestalozzi.
• - Sistem Swedia dipakai sebagai latihan persendian dan kesehatan
• - Sistem Denmark latihan persendian ini dipakai untuk memperbaiki kelainan-kelainan tubuh
• - Sistem Austria, latihan persendian dipakai untuk kelainan-kelainan tubuh akibat kebiasaan hidup yang salah di sekolah.
• - Sistem latihan yang kemudian latihan persendian sebagai salah satu unsure untuk meningkatkan prestasi.
• b. Turnen dari Jerman
• F. L. Yahn (1778-1852). Keberhasilan Phylantropin dalam membuka lembaran baru pendidikan jasmani di sekolah, maka dating kekuasaan Napoleon di Prancis. Kekuasaannya yang despotis menghambat perkembangan gymnastic di sekolah.
• Yahn tidak tinggal diam, dia menggerakan semangat nasional bangsa Jerman melalui gymnastic. Kondisi itu sangat menguntungkan bagi Yahn, karena alam pikiran masyarakat terhadap gymnastic menunjang. Gymnastic adalah alat untuk membentuk keserasian tubuh, gymnastic adalah alat untuk mempertinggi ketahanan rakyat, dan gymnastic adalah alat untuk mengimbangi ketegangan jiwa yang berlebihan.
• Untuk pertama kalinya Yahn memakai istilah Turnen sebagai pengganti kata gymnastic. Turnen dari Yahn menjadi pusat perhatian seluruh rakyat, dari segala lapisan masyarakat, tua-muda, kaya miskin, bangsawan dan rakyat jelata.
• Selain mengadakan latihan senam di sekolah Yahn mengadakan juga latihan senam diluar sekolah yang disebut "Hasenhaide". Sebagai buku pedomannya yang tersebar diseluruh Jerman berjudul "Die Deutsche Turnkunst".
• Yahn dihormati sebagai pahlawan, dengan perkumpulan Turnennya dia dianggap sebagai bapak Senam-Alat. Muridnya Ernst Eiselen yang menambahkan alat gelang-gelang dan kincir laying.
• Latihan secara metodis menurut Yahn adalah :
• 1. Lari
• 2. Macam-macam lompatan : lompat jauh, lompat galah, lompat tali dan lompat simpai.
• 3. Memanjat tali yang digantung di pohon
• 4. Melempar : lempar jauh, lempar sasaran dengan bola, lempar lembing, batu dan tolak peluru.
• 5. Tarik tambang, mengangkat beban atau partner, mendorong, voltigeren, renang, gulat.
• Latihan memakai alat / turnen :
• 1. Balok
• 2. Palang tunggal
• 3. Palang sejajar
• Permainan :
• Permainan tanding dan menyelinap.
• c. Jatuhnya Turnen
• Turnsperre (1820-1842). Turnen dan organisasi-organisasi mahasiswa dilarang keras dan harus dibubarkan. Turnplaiz di tutup, ini yang disebut Turn-sperre.
• Akibat adanya Turnsperre, latihan tidak mungkin dilakukan di lapangan terbuka sehingga terpaksa harus pindah ke ruang tertutup. Latihan lari, lompat dan lempar tidak mungkin dilakukan ditempat yang terbatas, maka diciptakanlah suatu latihan yang sesuai dengan tempat tersebut. Maka dari sinilah timbul Turnen Perkakas (Senam-Alat).
• Karena kegiatan Yahn dibatasi, maka datanglah masa baru bagi Senam-Sekolah, senam dengan metode yang lebih baik. Orang yang pertama pada masa ini ialah Adolf Spiesz. Maka dari sinilah tercipta latihan "bebas yang geometris" latihan yang dibuat-buat, gerak menurut 8 penjuru mata angina.
• Kemudian terjadi pula latihan memakai perkakas (alat besar) yang kemudian berkembang menjadi "Senam Alat" terdiri dari : Kuda Lompat/Vaulting Horse, Gelang-gelang/Still Ring, Palang Tunggal/Horizontal Bar, Perkakas tersebut berkembang terus menjadi 6 macam perkakas untuk putra dan 4 macam perkakas untuk putrid yang dipertandingkan.
• 8. Senam Medis
• Senam Medis atau senam penyembuhan adalah latihan tubuh yang dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan sikap dan bentuk tubuh sehingga menjadi normal kembali.
• 1. Senam Jaman Kuno
• Di dataran Cina latihan pernapasan, massage dan macam gerakan pasip dan aktif dikenal dalam tulisan Kong Fou 2700 S.M. Di Yunani senam penyembuhan dikenal sejak Hippokrates (+ 400 S.M.).
• a. Galenus (131-201)
• Pada tahun 131-201 Galenus mengembangkan terus karya Hippokrates. Di dalam bukunya ia menguraikan latihan aktip, pasip dan gabungan pasip-aktip, ia menyuruh pasiennya melakukan latihan jasmani sesuai dengan kegunaannya.
• Pada abad pertengahan ilmu pengetahuan medis ini tidak mengalami kemajuan. Baru kemudian pada jaman Renaissance hidup kembali; suatu pertanda bahwa ilmu pengetahuan medis telah tumbuh dengan pesat.
• b. Mercurialis ( 1530-1606)
• Bersama dengan kemajuan ilmu pengetahuan, gymnastic yang telah diakui sebagai alat pendidikan di sekolah, telah menjadi perhatian tokoh-tokoh di bidang medis. Mercurialis adalah seorang tabib dan ahli filsafat yang juga menentang jiwa dan kebudayaan abad pertengahan.
• Pada tahun 1569 terbit bukunya yang sangat terkenal, yaitu "De arte Gymnastica". Buku tersebut menggambarkan dan menerangkan tentang Gymnastiek dilihat dari sudut medis-hygienis.
• Menurut Mercurialis gymnastiek mempunyai 3 arti :
• 2. Propylactis (pencegahan)
• 3. Therapeutis (penyembuhan)
• 4. Conservatis (pemeliharaan)
• Gymnastiek ini diberikan istilah senam-hygienis. Ia menentang senam yang mengejar prestasi (senam-atletis).
• d. Tissot (1750-1826)
• C.J Tissot seorang dokter dari Perancis terkenal dengan bukunya "Gymnastique Medicale at Chirurgicale" Ia menguraikan manfaat gerak-kerja dan istirahat, ilmu penyakit dan orthopaedie.
• Tissot membagi latihan dengan 3 kelompok :
• a. Latihan aktif; bermain, berburu, gerak jalan
• b. Latihan pasif; digendong, diayun, dikayuh
• c. Latihan aktif-pasif; menunggang kuda.
• 2. Senam Medis Modern
• P.H. Ling (1776-1839). Sebelum Pehr Hendrik Ling latihan senam yang sudah ada dimanfaatkan oleh para ahli medis untuk tujuan kesehatan. Jadi secara tidak langsung latihan senam yang umum dipakai sebagai alat untuk mencapai tubuh yang sehat.
• Metode Ling sangat berbeda dengan apa yang dipelajari di Denmark. Ling akhirnya menyadari bahwa senam baru inilah yang dapat membawa kesejahteraan kepada rakyat. Penyakit rakyat, reumatik dan TBC yang melanda Swedia menambah sukses Ling dalam mempropagandakan senam untuk kesehatan.
• 9. Terjadinya Sistem Swedia
• a. P.H. Ling memberikan suatu criteria untuk senam:
• "Suatu gerak, baru dapat dimasukan sebagai latihan senam, kalau mempunyai pengaruh terhadap tubuh atau anggota tubuh".
• P.H. Ling adalah penemu perkakas "jenjang" (wandrek atau ribatol) dan "peti lompat" (vaulting box). Dari sinilah dimulai metode Swedia dan sejak itulah diikuti oleh Negara-negara lain.
• b. Hjalmar Ling
• Hjalmar Ling berdasarkan ilmu pengetahuan alam, prinsip latihannya :
• - Latihan harus diseleksi dengan teliti
• - Pelaksanaan gerak harus tepat
• - Dilakukan dengan sikap permulaan dan sikap akhir yang benar
• - Semua latihan mempunyai dosis yang sesuai dengan tujuannya.
• c. Torngren
• Torngren yang melanjutkan cita-cita Hjalmar Ling menerbitkan bukunya "Leerboek der Gymnastiek" (1905) dan dipakai sebagai buku pedoman di sekolah.
• d. Senam Swedia di Jerman
• Rohtstein
• Barrenstreit (1860-1863)
• 10. Perkembangan Senam di Denmark
• Pada tahun 1804 buku Gutsmuths diterbitkan di Denmark, dan gymnastic dipegang oleh Nachtegall sebagai penerus Gutsmuths. Pada tahun +1885 Denmark dipengaruhi oleh system Swedia. Kemudian muncul tokoh yang merubah kehidupan masyarakat Denmark yaitu Niels Bukh (1880-1950).
• Pembaharuan Bukh terhadap system Swedia:
• a. Tidak ada latihan yang statis lagi
• b. Tidak ada latihan pernapasan yang berdiri sendiri
• c. Tidak ada latihan melepaskan yang berdiri sendiri
• Pembagian metodik menurut Bukh:
• 1. Latihan kelentukan, latihan kekuatan, latihan kecekatan
• 2. Latihan lari dan lompat
• 3. Latihan ketangkasan
• 4. Latihan kerapian.
• 11. Senam Pada Abad Ke 20
• Pada semua bidang kehidupan, perpindahan dari abad 19 ke abad 20 ditandai oleh perubahan yang besar. Tidak heran bila dilapangan gymnast/senam terjadi juga perubahan besar. Aliran rasionalisme diganti oleh system senam atas dasar emosional.
• 1. Aliran Senam Irama.
• 2. Aliran Medis Estetis.
• 3. Pembaharuan Dalam Musik
• 12. Pembaharuan Dalam Metode/Sistem
• Ada dua aliran senam: pertama adalah senam perkakas dibawah pimpinan Jahn, kedua adalah senam system Swedia pimpinannya Hjalmar Ling.
• 13. Aliran Elektis
• Kombinasi dari system Jerman dengan Swedia dan pengaruh aliran-aliran baru, terjadi pembagian senam sebagai berikut:
• 1. Senam kwalitatif
• 2. Senam kwantitatif
• 3. Senam praktis
• Tokoh yang mendukung system Swedia adalah Rohtstein dan penerusnya adalah Von Stoken dan Euler. Dia berkata; "turnen malahan merupakan suatu latihan yang menyenangkan daripada senam".
• 14. Pembaharuan Dalam Metode Swedia
• Senam Swedia ternyata terus mengalami penyempurnaan, beberapa tokohnya:
• 1. Eline Flask (1872-1942)
• 2. Maja Carlquist
• 3. Elli Bjorksten
• 4. Thulin (1875-1905)
• 15. Sistem Austria
• Gaulhofer dan Streicher
• Isi pembaharuan system ini antara lain :
• 1. Pembaharuan dari segi sekolah
• 2. Pembaharuan dari segi guru
• 3. Pembaharuan dari segi anak didik
• 16. Senam di Indonesia
• 1. Senam pada jaman Penjajahan Belanda (1912-1945)
• a. Pengaruh Sistem Jerman di negeri Belanda. Carl Euler (1809-1885). Spiesz.
• b. Pengaruh Sistem Swedia di negeri Belanda. Hubert Van Blijenburgh.
• c. Pengaruh dari Denmark di negeri Belanda. Niels Bukh, J. Thulin
• d. Pengaruh Sistem Austria. Gaulhofer dan Streicher
• 2. Senam pada Jaman Penjajahan Jepang (1942-1945)
• 3. Senam pada Jaman Kemerdekaan Republik Indonesia
• a. Burger dan Groll
• b. Metode STO Bandung
• c. Ganefo.

3 komentar:

ada gambar gerakan2 dan mp3 ato video SKJ nya g'...??

Tulisan yang bagus. Silahkan mampir ke blog kami, untuk tukar tulisan. Trims.

sangat membantu.
trims.....

Poskan Komentar

Profil Saya

Foto Saya
saya insan murid di smpn 9 ssn jakarta umur saya 14 tahun, dan saya merupakan pecinta blog

Followers

Berbagi yah..

sekarang jam